Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan kegiatan
ekonomi, terutama yang terdampak kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah
penyebaran virus korona jenis baru. Bisnis di tengah pandemi covid-19 atau korona
memang jauh dari kata normal. Banyak sektor mulai merasakan dampaknya, seperti
pariwisata dan UKM. Pemasukan kian minim.
Walau begitu, bukan berarti perusahaan tidak bisa survive atau mempertahankan bisnisnya. Karena selain bertahan, lebih penting lagi adalah bagaimana memanfaatkan peluang selepas pandemi.
Pakar marketing sekaligus Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya meyakini walau situasi sulit, masih ada peluang untuk bertahan, bahkan bertumbuh lebih baik selepas covid-19.
Walau begitu, bukan berarti perusahaan tidak bisa survive atau mempertahankan bisnisnya. Karena selain bertahan, lebih penting lagi adalah bagaimana memanfaatkan peluang selepas pandemi.
Pakar marketing sekaligus Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya meyakini walau situasi sulit, masih ada peluang untuk bertahan, bahkan bertumbuh lebih baik selepas covid-19.
"Ada ancaman berbahaya, ada peluang.
Mungkin seorang profesional hanya melihat ancaman. Tapi entrepreneur melihatnya peluang. Dalam mempertahankan bisnisnya, entrepreneur harus tahu pengeluaran mana yang bisa dihemat, pemasukan mana
yang bisa dipertahankan. Mungkin menghadirkan segmen baru, sampai menawarkan
harga lebih murah," ujar Hermawan dalam unggahan video Youtube di kanal
Marketeers, Senin, 30 Maret 2020.
Contohnya seperti Donny Charli, pemilik PT
Darta Pangan Maju Bersama (Sembago), kini menjajal peluang penyediaan dan
pengantaran produk sayur dan buah untuk kebutuhan rumah tangga. Perusahaan yang
baru berdiri pada 2017 ini awalnya hanya menyediakan kebutuhan sayur dan buah
untuk restoran dan toko makanan di mal hingga pasar modern.
”Mulai peluang ini karena omzet terus turun.
Banyak restoran dan outlet (toko) di mal atau pasar modern enggak lagi melakukan
pemesanan karena virus korona. Ini mulai terasa sejak pertengahan minggu
ketiga Maret,” ujarnya saat dihubungi Kompas, Selasa
(31/3/2020).
Dalam seminggu, mitigasi penyebaran virus
korona membuat permintaan atas layanannya menurun hingga 70 persen. Jika
biasanya ia melayani rata-rata 20 restoran dan toko per hari, belakangan ini ia
paling banyak melayani 10 toko.
Namun, melalui toko di platform e-dagang yang
sebelumnya tidak begitu aktif digunakan, ia mulai melayani penjualan untuk kebutuhan
rumah tangga. Inovasi dalam bentuk penjualan paket sayur-mayur juga ditawarkan
untuk memudahkan pemesanan.
Perusahaan kecil, yang berbasis di Tangerang
Selatan, Banten, itu juga menyediakan layanan pengantaran sendiri agar ongkos
kirim yang dibebankan pada pembeli bisa ditekan. Produk dan layanannya pun
mendapat banyak permintaan dari luar Tangerang Selatan, seperti Jakarta dan
Depok.
Komentar
Posting Komentar