Langsung ke konten utama

QUIZ DEPOSITO BERJANGKA


Nama : Fahmi Nurkamil
Kelas : 4Ka13
NPM : 12116486

DEPOSITO BERJANGKA
Pada tanggal 05 Agustus 2019 Nn. Dhinda ini menyimpan uang dibank dalam bentuk Deposito Berjangka senilai Rp. xx.000.000,- untuk jangka waktu 1 tahun. Xx diganti dengan 2 digit terakhir dari npm anda (Misalkan NPM 17116042 maka nominal depositonya 42.000.000). Bunga 16% pa dan dipindahkan ke rekening tabungannya. Pajak yang dikenakan adalah 15%.
Hitunglah bunga yang diperoleh Dhinda setiap bulannya setelah dipotong pajak. (dengan rumus bunga/bulanan dan bunga/harian)
Diketahui :
i% = bunga
pa = (Per annum) adalah per tahun. Misalnya, jika tingkat bunga pada pinjaman adalah 12%pa, maka peminjam harus membayar bunga 12% setiap tahun atas saldo yang masih terhutang.
Jawab :
Bunga Deposito Berjangka
 
Bunga Bulanan =  = Rp. 560.000
Pajak = Rp. 560.000 x 16% = Rp. 84.000
Bunga yang diterima = Rp. 560.000 – Rp. 84.0000
                                           = Rp. 476.000

Bunga dihitung setelah 12 Bulan / 1 Tahun
Bunga berdasarkan Harian
 Bunga Bulan September


Pajak = Rp. 552.328,76 x 15% = Rp. 82.849,31
Bunga yang diterima = Rp. 552.328,76 – Rp. 82.849,31
                                           = Rp. 469.479,45
Bunga Bulan Oktober


Pajak = Rp. 570.739, 72 x 15% = Rp. 85.610,95
Bunga yang diterima = Rp. 570.739,72 – Rp. 85.610,95
                                           = Rp. 485.128,77
Bunga Bulan November



Pajak = Rp. 552.328,76 x 15% = Rp. 82.849,31
Bunga yang diterima = Rp. 552.328,76 – Rp. 82.849,31
                                           = Rp. 469.479,45

Bunga Bulan Desmber

Pajak = Rp. 570.739, 72 x 15% = Rp. 85.610,95
Bunga yang diterima = Rp. 570.739,72 – Rp. 85.610,95
                                           = Rp. 485.128,77
Bunga Bulan Januari

Pajak = Rp. 570.739, 72 x 15% = Rp. 85.610,95
Bunga yang diterima = Rp. 570.739,72 – Rp. 85.610,95
                                           = Rp. 485.128,77
Bunga Bulan Februari


Pajak = Rp. 533.917,80 x 15% = Rp. 80.087,67
Bunga yang diterima = Rp. 533.917,80 – Rp. 80.087,67
                                           = Rp. 453.830,13

Bunga Bulan Maret

Pajak = Rp. 570.739, 72 x 15% = Rp. 85.610,95
Bunga yang diterima = Rp. 570.739,72 – Rp. 85.610,95
                                           = Rp. 485.128,77
Bunga Bulan April

Pajak = Rp. 552.328,76 x 15% = Rp. 82.849,31
Bunga yang diterima = Rp. 552.328,76 – Rp. 82.849,31
                                           = Rp. 469.479,45
Bunga Bulan Mei

Pajak = Rp. 570.739, 72 x 15% = Rp. 85.610,95
Bunga yang diterima = Rp. 570.739,72 – Rp. 85.610,95
                                           = Rp. 485.128,77

Bunga Bulan Juni

Pajak = Rp. 552.328,76 x 15% = Rp. 82.849,31
Bunga yang diterima = Rp. 552.328,76 – Rp. 82.849,31
                                           = Rp. 469.479,45
 Bunga Bulan Juli


Pajak = Rp. 570.739, 72 x 15% = Rp. 85.610,95
Bunga yang diterima = Rp. 570.739,72 – Rp. 85.610,95
                                           = Rp. 485.128,77
Bunga Bulan Agustus

Pajak = Rp. 570.739, 72 x 15% = Rp. 85.610,95
Bunga yang diterima = Rp. 570.739,72 – Rp. 85.610,95
                                           = Rp. 485.128,77

Komentar

Postingan populer dari blog ini

fungsi Lender of the last resort

Lender Of Last Resort adalah fungsi Bank sebagai Bank Sentral yang memungkinkan Bankmembantu kesulitan pendanaan jangka pendek yang dihadapi bank. Kebijakan lender of the last resort tersebut merupakan bagian dari jarring pengaman keuangan (financial safety net) yang diperlukan dalam rangka memelihara stabilitas system keuangan. Sebagai bank sentral memiliki satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai mata uang. Kestabilan nilai mata uang ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap nilai tukar barang dan jasa, serta kestabilan nilai mata uang terhadap nilai tukar mata uang negara lain. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank sentral didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di negaranya. Ketiganya perlu di integrasi agar tujuan mencapai dan memelih...